 |
Ilustration this episode edited by kapwing. (Haiper.ai,text to foto AI) |
Assalamualaikum wr wb sobat blogger semuanya sekalian dimanapun kalian semua berada,kali ini penulis kembali akan men-share atau membagikan satu kisah inspiratif yang cukup menarik untuk di ikuti, tentunya kisah tersebut saya dapatkan pada sebuah website di internet dengan judul atau tema sebagai berikut ini :
Berikut ini merupakan ulasan dari berita tersebut:
Selamat pagi sobat blogger semuanya, seperti yang kita semua ketahui bahwa sebagai makhluk hidup kita tidak dapat hidup sendiri karena itulah dibutuhkan yang namanya berinteraksi dengan sesama manusia,hal ini berlaku untuk semua jenis/golongan manusia baik introvert maupun ekstrovert karena itulah manusia disebut sebagai makhluk sosial.
Namun pada kenyataannya di dunia nyata yang cukup kompleks dan kejam ini terkadang kita sering berbicara keliru dalam menyampaikan sesuatu hal kepada orang lain dan juga sering merasa/ dicap sebagai orang yang tidak berkompeten secara sosial.
Ini merupakan sebuah moment paling memalukan dalam berhadapan dengan Banyak orang.
(..ini nih..ini dia nih ini..ooups 🤫🤫🤭🤭)
Jadi istilah orang yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi secara sosial/sosialisasi bisa disebut juga dengan nama Socially inept.
Banyak sekali para psikolog yang tidak menyukai hal ini karena hal ini bukan tanpa alasan, karena perilaku ini merupakan sebuah bentuk ketidakmampuan sosial dan bukan aebuah diagnosa dan bahkan juga menjadi sebuah bentuk kritikan dan juga sampai menuju kepada penghinaan apabila orang tersebut/yang dimaksud tidak dapat mengatasi permasalahan tersebut.
( pendapat Dr Michelle Goldman dari psikolog dan penasihat media asing hope and Depression Research Foundation)
Berikut ini merupakan tanda/ciri-ciri dari orang yang mengalami hal tersebut berdasarkan kumpulan para pendapat para psikolog ahli yang menangani penyakit ini..
let's cek it out.
° Selalu mengalami kesusahan/kesulitan untuk memulai atau mempertahankan suatu percakapan.
 |
Ilustrasi orang sedang diskusi di ruang kerja. (Pixabay.com/mwitt1337) |
Masuk ke urutan pertama atau nomor Wahid, Dia juga berpendapat seorang yang memiliki socially inept seperti ini biasanya memiliki perasaan ragu-ragu atau tidak yakin dalam memulai sebuah atau suatu percakapan,dengan kata lainnya atau bahasa simplenya jeda yang terlalu lama daripada zona nyaman kalian sehingga dia mengajak/ memilih temen lainnya untuk diajak berbicara dengan tema yang sama/serupa juga
Hal ini tentunya membuat kalian semua merasa cukup kesepian bahkan yang lebih buruknya lagi merasa tersingkir dari pergaulan.
Kuys, baca juga artikel lainnya; Pendapat keliru bahwa manusia berasal dari kera.
Cara mengatasinya adalah dengan mengetahui bahwa kalian semua tidak sendirian dan juga harus mampu mengobrol ringan atau melanjutkan percakapan.
Tentu saja hal tersebut cukup menantang dan juga memerlukan latihan karena bukan merupakan sesuatu hal yang bisa dialami oleh semua orang.
°Selalu menghindari yang namanya eyes contacts atau kontak mata.
 |
| Ilustrasi saling kontak mata. (Pixabay.com/tembel_tasarimci) |
Masuk ke nomor kedua,kita mengambil pendapat seorang psikolog sekaligus tenaga pendidik juga penulis buku yang bernama Dr.Lyon Scott mengatakan bahwa orang yang memiliki permasalahan tersebut biasanya memang mengalami kesusahan/kesulitan dalam mempertahankan kontak mata pada saat memulai percakapan atau pada saat bertemu dengan orang baru.
Hal ini disebabkan oleh kurangnya rasa percaya diri serta perasaan ketidaknyamanan disertai rasa cemas dalam situasi sosial.
Jadi kalau ada kutipan yang berbunyi kalau koneksi bukan sekedar kata-kata.Mata adalah jendela jadi anda mungkin akan menyembunyikannya secara halus adalah benar seperti yang disampaikan barusan.
° Tidak pernah menyukai suasana diam.
Masuk ke posisi ketiga,seorang psikolog wanita yang bernama Dr.Shun mengatakan bahwa seseorang dengan penyakit bawaan tersebut biasanya selalu berjuang dengan keheningan yang disengaja,hal ini bisa saja terjadi karena perasaan tertekan orang tersebut pada saat memulai sebuah percakapan.
Tentu saja akibat dari perasaan tersebut mengakibatkan terjadinya sebuah ketidakpastian dan perasaan yang luar biasa tentang sesuatu hal yang ingin dikatakan sobat blogger semuanya.
Dia juga menambahkan bahwa solusi yang dilakukan olehnya adalah berdiam.
Intinya adalah apabila kalian semuanya sedang berada dalam kondisi tertentu/tertantang dalam memulai sesuatu,mereka mengambil inisiatif untuk mengisi waktu lebih tepatnya kapan harus memulai untuk berhenti sejenak dan kapan harus mulai untuk mengisi kekosongan/keheningan.
°Penyampaian yang berlebihan atau over sharing.
 |
| Ilustrasi orang yang over sharing. (Pixabay.com/geralt) |
Terdapat pada posisi atau point nomor ke empat ada seorang psikolog pria bernama Dr Frank mengemukakan bahwa kemungkinan untuk berbagi atau sharing sebagian kehidupan dari diri kalian sebagai salah satu cara untuk berhubungan dengan banyak orang, namun tentu saja terdapat kemungkinan atau posibilitas untuk mensharenya secara over alias berlebihan sobat blogger.
Tentu saja hal tersebut mengakibatkan interaksi menjadi tidak nyaman.
Contoh konkretnya/nyatanya pada saat berinteraksi di tempat kerja. Seseorang yang memiliki penyakit ini biasanya atau mempunyai kecenderungan untuk membagikan secara detail dan sampai intim tentang masalah/kehidupan pribadinya tentunya hal ini membuat rekan kerjanya menjadi tidak nyaman.
( Tuh dengerin terus catet..save as deh weleh jadi berasa di tempat kerja 🤫🤫🤭🤭)
°Memiliki rasa kecemasan sosial atau Social Anxiety.
Masuk di posisi nomor lima,seorang psikolog bernama Dr Lyons menambahkan pendapatnya bahwa mengalami suatu kecemasan atau ketakutan Secara berlebihan atau intens dalam situasi sosial yang terjadi pada diri kalian menjadi sebuah pertanda atau mengindikasikan sebuah tantangan sosial yang mendasarinya.
Hal ini merupakan sebuah perwujudan dari perilaku seseorang yang mulai enggan/ tidak mau untuk berinteraksi,menghadiri acara sosial,maupun terlibat kedalam aktivitas yang menyimpang dari rutinitas yang biasanya kalian semuanya lakukan.
Inti yang bisa didapatkan adalah bahwa yang menjadi bentuk diagnosa merupakan orang yang memiliki kecemasan sosial bukan ketidakmampuan dalam bersosialisasi..(catet baik - baik sobat semuanya 👍👍)
°Memiliki selera humor yang out of the box.
 |
Ilustrasi selera humor out of the box. (Pixabay.com/RyanMcGuire) |
Berada diurutan terakhir atau nomor buncit alias enam Dr. Lyons menambahkan pendapat untuk yang terakhir kalinya bahwa apabila kalian orang yang menjadi tujuan anda mengalami kesusahan/ kesulitan dalam menerima/ memahami komentar bahkan lelucon anda bisa jadi merupakan indikasi atau petanda kalian semuanya mengalami kesulitan untuk berhubung dengan orang lain di tingkatan sosial.
Yang perlu menjadi sebuah catatan ( nyatet lagi..nyatet terus.. catet,,,🗣️🤭🤭🤭) bahwa apa yang dibilang lucu oleh anda ataupun oleh satu orang belum tentu dianggap lucu oleh orang lainnya sobat blogger semuanya.Dengan kata lain lelucon tersebut bersifat Subjektif.
Satu lagi nih,kalian semuanya tidak harus belajar untuk menerima sebuah humor/ lelucon apabila sampai menyinggung perasaan anda. Sudah paham kan.
penulis mengambil contoh seperti berapa berat badan anda dan sudah punya momongan atau belum dan sebagainya.
Demikianlah tadi sudah penulis sampaikan kepada kalian semua tentang berita tersebut,semoga menambah ilmu pengetahuan serta wawasan serta manfaat mengenai hal tersebut.
Penulis pamit undur diri dulu dan mohon maaf kalau ada kekurangan dan kekeliruan pada saat menyampaikan berita tersebut.Sampai bertemu kembali pada episode selanjutnya.
Sekian dan terimakasih.
Tags : social inept,tanda, manusia,kesulitan, komunikasi, sosialisasi
Sumber: Liputan6.com/Citizen6
===============================
*Pemilik resmi atau Hak cipta blog ini adalah : ©strykerpengembara7890 tahun@ 2024.Diberdayakan oleh: Blogger.com