Tampilkan postingan dengan label Kapten NOLLY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kapten NOLLY. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Agustus 2024

Pahlawan Tak Terduga: Tjokropranolo dan Perjuangannya di 17 Agustus

Ilustration this edited by kapwing.
Credits: Haiper.AI


Assalamualaikum wr wb sobat blogger semuanya sekalian dimanapun kalian semua berada,tidak terasa sebentar lagi kita akan memasuki atau lebih tepatnya merayakan hari ulang tahun kemerdekaan Negara kita tercinta ini yaitu Republik Indonesia dan kali ini penulis kembali akan men-share atau membagikan satu kisah inspiratif yang cukup menarik untuk di ikuti, tentunya kisah tersebut saya dapatkan pada sebuah website di internet dengan Temanya atau judulnya sebagai berikut ini adalah sebagai berikut ini:

<ol start="8">
<li><strong>&quot;Pahlawan Tak Terduga: Tjokropranolo dan Perjuangannya di 17 Agustus&quot;</strong></li>
</ol>

Berikut inilah merupakan cerita atau kisah selengkapnya,selamat menyimak dan semoga bermanfaat,terima kasih.

1.AWAL MULA SEBELUM JADI GUBERNUR DKI JAKARTA.

Lelaki ini pernah menjadi  salah  seorang pengawal pribadi dari Jenderal Sudirman pada masa masa kemerdekaan dahulu.
Dialah TJOKROPRANOLO atau lebih dikenal dengan nama Kapten NOLLY.
Sebelum menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 1977 sebagai pengganti dari gubernur sebelumnya yaitu Ali Sadikin,bapak yang satu ini pernah mengalami pengalaman yang tidak terlupakan sebagai seorang ajudan jenderal PETA pada saat itu,yaitu  bernama Jenderal Sudirman.

Kisah ini berawal atau bermula pada saat dia masih kecil dahulu yaitu dia bisa bersekolah di daerah Temanggung karena dia merupakan anak atau  dari seorang bupati yang ternama pada masanya,sehingga dia dengan mudah untuk menempuh pendidikan yang setara dengan anak-anak pada masa penjajahan dahulu yaitu kompeni atau Belanda walaupun dia merupakan seorang warga lokal atau lebih dikenal dengan nama Bumiputera.

Adapun nama sekolah yang dimaksudkan adalah sekolah bernama ELS atau Euro pessche Langee School atau sekolah
Yang dikhususkan untuk anak-anak yang mempunyai keturunan atau nasab lebih tepatnya garus darah eropa di kota Hindia Belanda dan juga golongan thionghoa,juga sedikit atau segelintir orang lokal yang berasal dari golongan terkemuka.
Lantas ketika dia termasuk dari salah seorang golongan istimewa tersebut tidaklah membuat dia merasa nyaman dan lupa daratan.
Dia lebih memilih menjadi seorang Tentara dibandingkan harus memilih menjadi Seorang pekerja di pemerintahan kolonial Belanda tersebut.
Wajarlah kalau bapak yang satu ini dijadikan panutan ya Bloggers.

2.MASUK MENJADI SEORANG TENTARA 

Kapten NOLLY ini mulai masuk atau bergabung ke Pasukan Pembelajaran Tanah Air atau PETA pada tahun 1942 atau lebih tepatnya pada saat negara kompeni tersebut diusir olah tentara Nippon alias Jepang.Dia tidak memiliki pilihan lainnya kecuali bergabung kesana.
Dan tentu saja pilihannya merupakan pilihan yang tepat.

Kapten NOLLY menjadi salah satu dari sedikit orang yang mendapatkan kepercayaan dari Jenderal PETA pada saat itu dan juga menjadi tulang punggung dalam berbagai perang gerilya untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia ini,yang tidak lain adalah Jenderal Sudirman.
Pada perang Gerilya ini peranan kapten NOLLY tersebut sangatlah terasa,ini terjadi pada saat jenderal tersebut sedang sakit keras sehingga dia menjadi tameng atau lebih tepatnya kuda pada saat sedang memikul jenderal tersebut  melewati hutan belantara,naik dan turun gunung serta menerjang atau melawan serangan dari serbuan berondongan senjata oleh negara kompeni tersebut dan juga pada saat mendapatkan kereta untuk membawa Jenderal Sudirman tersebut.
Karena itulah blogger, dia kerap mendapat kepercayaan dari Jenderal Sudirman untuk menjalani misi -misi pentingnya sebelum menjabat menjadi gubernur DKI Jakarta antara lain seperti menyusup ke kota Yogyakarta untuk membawa pesan pesan kepada tokoh -tokoh penting pada masanya dan juga membujuk tokoh-tokoh milter  yang mulai terkontaminasi alias terpengaruh untuk tetap setia kepada Negara kesatuan Republik Indonesia tercinta ini..tentu saja dia berani mengambil resiko yang sangat tinggi dalam melaksanakan misi tersebut.
Hebat bener kan kapten NOLLY ini 💪💪👍👍

3.AWAL MULA MENJADI SEORANG GUBERNUR DKI JAKARTA .

Berbagai kisah dan peristiwa yang terjadi semasa dia menjadi seorang prajurit tentara sebelum pada akhirnya dia pensiun alias mengundurkan diri dan mulai menjabat menjadi Seorang Gubernur DKI Jakarta,
sebut saja dia turut serta atau ambil andil dalam mengatasi berbagai gerakan yang ingin memecah belah NKRI, seperti pemberontakan Republik Maluku Selatan atau RMS,gerakan Angkatan Perang Rati Adil atau APRA dan puncaknya yaitu gerakan 30 September 1965 Partai Komunis Indonesia. Gak nyangka kan guys beratnya tugas seorang TJOKROPRANOLO ini ya sobat blogger Baiklah saya lanjutkan kembali.

Beliau pernah menjadi seorang asisten seorang gubernur Jakarta pada masa sebelumnya yaitu Ali Sadikin  yang mulai menjabat pada tanggal 28 April tahun 1966 dan berakhir pada tahun 1977.Pada saat itulah dia mulai untuk menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu calon atau kandidat terkuat dalam pemilihan gubernur yang baru.

Dari hasil pemungutan suara atau lebih tepatnya rapat dalam pemilihan tersebut.
TJOKROPRANOLO menang mutlak sempurna alias tanpa celana dengan hasil perolehan suara sebesar 32 suara dari total sebesar 40 suara anggota DPRD,jauh melebihi atau melampaui dua rivalitas atau lawannya yaitu DR.H.R Suwondo yang merupakan mantan wakil gubernur DKI pada masa itu dan R. Sukiyat yang merupakan tokoh dari kaum buruh.

Di dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang gubernur DKI Jakarta, beliau mengakui bahwa tugasnya tersebut bukanlah merupakan tugas yang mudah dan pemikirannya tidak seluwes atau semoncer gubernur sebelumnya dalam pengelolaan Ibu kota Negara tersebut sehingga kerap kali dia mendapat hinaan bahkan cemoohan dari warganya tersebut,Namun dia tetap menerimanya dan tidak membalasnya. Selain itu dia memiliki sisi positif pada saat menjabat yaitu memperhatikan nasib dari para kaum buruh dan  para kaum Usaha Kecil dan menengah alias UMKM walaupun hasilnya masih belum sesuai atau bahkan masih jauh dari harapan sampai pada akhirnya dia memasuki masa purnabakti atau pensiun .

4.MASA PENSIUN DAN MENINGGALNYA
BANG NOLLY.

Beliau menuntaskan masa pengabdian atau jabatannya menjadi seorang Gubernur DKI Jakarta pada tahun 1982 selanjutnya dia mulai menyibukkan dirinya dengan berbagai kegiatan atau aktifitas yang lainnya seperti menulis biografi berdasarkan pengalamannya pada masa perang kemerdekaan dahulu yaitu Jenderal Sudirman.

Kemudian beliau menghembuskan nafasnya yang terakhir pada tanggal 12 Juli pada tahun 1998 di usianya yang ke 74 Tahun di Jakarta atau  lebih tepatnya pada saat pemerintahan pemerintahan pada masa atau Rezim orde baru tersebut tumbang atau selesai dan berganti dan orde Reformasi.

Jadi demikianlah tadi sudah penulis Sampaikan tentang cerita tersebut,
semoga bisa memberikan  motivasi,inspirasi,semangat dan juga manfaat untuk menjalankan kehidupan di dunia ini dengan penuh rasa optimisme seperti yang dilakukan para pejuang pasa kemerdekaan dahulu.

Sampai bertemu kembali pada episode selanjutnya,saya pamit undur diri dulu ya teman-teman blogger semuanya.

Sekian,terima kasih.

Tags : kisah motivasi,Kapten NOLLY, jenderal sudirman, Tjokropranolo, gerilya,PETA,ELS,misi kemerdekaan, gubernur DKI.


Sumber : Tirto.id


==================================

  *Pemilik resmi atau Hak cipta blog ini adalah : ©strykerpengembara7890 tahun@ 2024.Diberdayakan oleh; Blogger.com™