Tampilkan postingan dengan label Motivasi Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi Islami. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Juli 2024

Makna dan Tujuan Qurban dalam Kehidupan Sehari-hari.

Ilustration this episode edited by kapwing.
Credits: Pixabay.com|mufidpwt 


Assalamualaikum wr wb,para sobat blogger yang budiman dimanapun kalian berada.Episode kali ini  penulis membahas tema atau judul yang cukup menarik yaitu "memaknai hari lebaran idul adha atau kurban tahun ini."

Sebagai umat muslim terutama yang mampu kita diwajibkan untuk menolong terhadap sesama manusia,salah satu diantaranya adalah memberikan qurban kepada yang membutuhkan karena selain bentuk ketaatan kita kepada Allah swt melainkan juga  sebagai kewajiban untuk menjalankan ibadah untuk saling menolong,memberi dan mengasihi terhadap sesama manusia lainnya .

Dikutip dari website internet dengan nama zakarsukses.org Bahwa kisah Nabi Ibrahim dan Ismail tersebut menjadi dasar atau alasan kewajiban berqurban yang dilaksanakan setiap umat muslim hingga hari ini. 

Melalui kewajiban ibadah  yaitu atau yang bernama berqurban, umat muslim diperintahkan untuk bersedekah, saling menolong, memberi, dan mengasihi terhadap sesama, sehingga harapannya kehidupan manusia dapat berjalan dengan damai dan sejahtera. Akan tetapi tenyata terdapat beberapa makna yang lainnya yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari yang jarang kita sadari, diantaranya sebagai berikut ini :

A. Mencerminkan Skala Prioritas atau tujuan utama dalam kehidupan Kita.

Sebagai seorang muslim, taat dalam beragama dan beribadah menjadi skala prioritas atau hal utama dalam menjalani hidup. Ibadah tidak hanya dilakukan ketika kita merasa senang saja, tetapi dalam perasaan atau kondisi apapun yang sedang dihadapi.contohnya adalah oleh Nabi Ibrahim AS yang sesungguhnya tidak merasa senang ketika mendapatkan perintah dari Allah SWT. untuk menyembelih anaknya sendiri, namun dikarenakan kecintaannya kepada Allah SWT. melebihi kecintaan pada yang lainnya, maka dia pun mematuhinya.

 Dari Seorang ulama abad ke-7 Masehi yang bernama Ibnul Qayyim Al-Jauzy membagi 6 tingkatan cinta dimana yang menjadi prioritas dalam mencintai dari yang paling utama hingga yang paling akhir. Yang antara lain adalah sebagai berikut ini : 

1.Tingkatan tatayyum.

 Tingkatan Tatayyum atau dalam bahasa Indonesianya adalah penghambaan adalah tingkatan tertinggi dalam mencintai, dan hanya merupakan hak Allah semata. 

2. Tingkatan ‘isyk. 

Tingkatan‘Isyk  atau lebih dikenal dengan nama kemesraan, merupakan cinta yang menjadi hak Rasulullah SAW, cinta kepada teladan kita, kepada junjungan kita hingga menjadikan kita untuk selalu berusaha mengikuti apa yang beliau lakukan, mengerjakan segala atau semua sunnah-sunnahnya, dan tidak lupa juga untuk selalu bershalawat padanya. 

3.Tingkatan syauq. 

Tingkatan Syauq  atau bisa disebut atau dengan kenal dengan nama kerinduan adalah suatu bentuk cinta antara satu mukmin dengan mukmin lainnya namun lebih dekat secara kekeluargaan.

4.Tingkatan shababah. 

Tingkatan Shababah  atau bisa juga disebut dengan nama empati adalah cinta sesama muslim dalam lingkup yang lebih luas. Walau pun mereka tidak saling mengenal satu sama lainnya, tidak ada kedekatan secara darah, daerah, bahkan bangsa sekalipun namunsemua itu dipersatukan oleh satu kalimat tauhid yaitu “Laa ilaha illallah”. 

5.Tingkatan ‘athf. 

Tingkatan ‘Athf  atau bisa juga disebut simpati bicara tentang sisi kemanusiaan, jadi pada tingkatan ini adalah bagaimana kita bersimpati kepada sesama manusia tanpa melihat apapun suku, bangsa bahkan agamanya sekalipun.  

6. Tingkatan aqalah. 

Tingkatan Aqalah  merupakan sebuah tingkatan terendah dalam tingkatan cinta. Ia merupakan cinta yang tidak begitu dalam (hubungan biasa), seperti cinta kita terhadap harta benda, dan kehidupan duniawi yang tidak permanen atau hanya bersifat sementara semata. 

Dari ke 5 tingkatan tersebut, dapat kita lihat bahwa Nabi Ibrahim a.s. begitu mengetahui skala prioritas atau tujuan utama dalam hidupnya, sehingga rela untuk berqurban.

Baca juga kuys : Pengertian dan perbedaan dari kata fiksi dan fiktif

B.Tidak Setengah-Setengah dalam Memberi alias memberi dengan sepenuh hati.

Qurban merupakan pemberian atau hadiah dari seorang hamba kepada Allah SWT, maka sebagai hadiah, kita harus  senantiasa untuk memberikan dari yang terbaik bukan yang buruk. Hewan qurban yang terbaik adalah yang gemuk, sehat dan tidak ada cacat dalam tubuhnya. Maka dari itu, kita juga dapat memilih hewan qurban terbaik sesuai dengan kriterianya yang terdapat pada Surat Edaran Kementerian Agama Nomor 10 Tahun 2022, antara lain sebagai berikut ini:

#Jenis hewan ternak,contohnya atau yaitu unta, sapi, kerbau, dan kambing.

#Usia bintang ternak yaitu unta minimal umur 5 tahun. Sapi dan kerbau minimal umur 2 tahun. Kambing minimal umur 1 tahun.

Ilustrasi penyakit mad cow pada sapi 
Credits: Pixabay.com|athree2

#Tidak menunjukkan gejala penyakit Food and mouth disease yang disingkat FMD atau lebih dikenal dalam bahasa Indonesianya adalah penyakit mulut dan kuku dengan gejala atau tandanya antara lain adalah sebagai berikut ini:

lesu, lepuh pada permukaan selaput  mulut pada hewan/ternak yang termasuk diantaranya adalah lidah, gusi, hidung, dan teracak atau  lebih dikenal dengan nama kuku.

#Tidak mengeluarkan air liur atau lendir berlebihan.Tidak memiliki cacat pada tubuhnya, seperti buta, pincang, patah tanduk, putus ekor, atau mengalami kerusakan daun telinga kecuali yang disebabkan untuk pemberian identitas.

C. Tidak Pilih-Pilih orang dalam Berbagi atau berbagi kepada siapa saja yang membutuhkan.

Sejatinya, daging qurban yang telah disembelih, tidak hanya dapat dibagikan kepada fakir miskin saja melainkan  juga dari tiga golongan yang berhak menerima daging qurban, yaitu sebagai berikut:

* Shohibul Qurban

ilustrasi kewajiban manusia yang sedang  yaitu berqurban.
Credits: Pixabay.com | mufidpwt

Orang  yang berqurban atau bisa juga disebut  dengan nama shohibul qurban berhak mendapatkan  sepertiga daging qurban. Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW di dalam haditsnya yang artinya sebagai bwrikut “Jika di antara kalian berqurban, maka makanlah sebagian qurbannya.” (HR. Ahmad).

Suka edit foto/gambar di hp,ikuti tutorialnya kuys: Membuat gambar epik dengan hp

 Namun, ada satu yang perlu diingat, bahwa orang yang berqurban tidak boleh atau dilarang  keras untuk menjual  bagian dari daging qurban, baik dalam bentuk daging, bulu, maupun kulit.

*Tetangga Sekitar, Teman, dan Kerabat

*Sebaiknya atau semestinya Daging qurban boleh dibagikan kepada kerabat, teman, dan tetangga sekitar meski mereka berkecukupan. Adapun Besaran  yang diberikannya adalah sepertiga bagian.

* Fakir Miskin

Filustrasi seorang pria tua yang miskin sedang beristirahat.
Credits: Pixabay.com |loilamtan 

Kaum Fakir miskin juga wajib termasuk atau berhak mendapatkan daging hewan qurban. atau berhak mendapatkan daging hewan qurban. Hal ini dikarenakan untuk saling berbagi kepada mereka yang membutuhkan termasuk diantaranya para kaum Fakir miskin mendapatkan jatah sepertiga bagian, dan shohibul qurban juga dapat menambahkan jatah hewan qurban untuk fakir miskin dari bagian qurbannya. Seperti yang dituliskan di dalam Qur'an surat ke 22 ayat ke 28 yaitu Al-Hajj, yang artinya sebagai berikut ini: “Makanlah sebagian dari daging qurban dan berikanlah kepada orang fakir.”

D. Berlaku atau berbuatlah lemah lembut kepada Sesama Makhluk Allah SWT.

Islam adalah agama yang indah dan damai.  Maka dari itu kita dituntut untuk  memperhatikan hal sebagai berikut ini, "Bagaimana Islam mengatur proses penyembelihan hewan.Memerintahkan hal-hal yang menunjukkan kita harus menyayangi binatang dan memperlakukan mereka dengan baik." 

Dari  Salah seorang sahabat Rasulullah  SAW yang bernama Ibnu Umar ra.  pernah berkata yang artinya:“Rasulullah SAW. memerintahkannya untuk mengasah pisau, dengan atau tanpa memperlihatkannya kepada hewan yang akan dijadikan qurban tersebut.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

#  Dari Ibnu ’Abbas ra, beliau berkata di dalam hadist yang artinya, “Rasulullah SAW mengamati seseorang yang meletakkan kakinya di atas pipi (sisi) kambing dalam keadaan ia mengasah pisaunya, sedangkan kambing itu memandang kepadanya. 

Lantas Beliau pun  berkata, “Apakah sebelum ini kamu hendak mematikannya dengan beberapa kali kematian? Hendaklah pisaumu diasah terlebih dahulu sebelum engkau mulai untuk membaringkannya.” ( Hadist sahih yang diriwayatkan dari HR. Al Hakim no. 4/257, Al Baihaqi no. 9/280, ‘Abdur Rozaq no. 8608)

# Dengan cara menajamkan alat sembelih, maka kita tidak akan membuat hewan qurban tersebut sakit berkepanjangan. Kita juga dianjurkan jangan pernah untuk mengasah pisau di depan hewan qurban agar tidak menyiksa hewan tersebut sebelum hewan tersebut diqurbankan.

E. Sebagai  suatu bentuk ungkapan atau ucapan berterima Kasih kepada Allah SWT.

Qurban merupakan sebuah bentuk ungkapan syukur kepada Allah SWT atas nikmat dan rezeki yang kita dapatkan dan bentuk pengorbanan diri kita dengan memadamkan ego dan keinginan pribadi kepada Allah SWT salah satu caranya yaitu dengan memberikan harta dan makanan berharga untuk sesama Seperti yang dituliskan di dalam QS. Al-Kautsar ayat 1-2,yang artinya:“Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak.Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).”

*Semua bentuk Kenikmatan yang Allah berikan tak akan mampu ditandingi dengan materi serta amal yang manusia lakukan. Segala Kenikmatan yang Allah berikan bisa dalam berbagai bentuk dan hal. Diantaranya adalah kesehatan, kebahagiaan, fasilitas dalam hidup dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, sebagai salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan kepada kita umat manusia adalah  diperintahkan untuk shalat dan berqurban.

Dari penjelasan barusan yang tertulis di atas, kita dapat mengetahui bahwasannya qurban memiliki makna yang sangat mendalam dan bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk berqurban setiap tahun. Aamiin ya rabbal alamin.

Ilustrasi orang muslim yang bersyukur.
Credits: Pixabay.com| Javad_esmaeili

Demikianlah barusan tadi sudah Penulis sampaikan kepada kalian semua mengenai berita tersebut.

 Kalau ada kalimat atau kata -kata yang kurang berkenan,penulis mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena merupakan manusia biasa yang tidak luput dari dosa.

Akhir kata, saya pamit undur diri dulu,sampai berjumpa kembali pada episode selanjutnya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh.

Source: Zakatsukses.org

Tags: qurban,kisah inspiratif islami,idul adha,makna, kehidupan sehari -hari.

================================

*Pemilik resmi atau Hak cipta blog ini adalah : ©strykerpengembara7890 tahun@ 2024.Diberdayakan oleh :Blogger.com™

Kamis, 27 Juni 2024

Rahasia usia 40 Tahun dalam Islam: Memantapkan Kehidupan Akhirat.


Ilustration this episode edited by kapwing.
 Credits:Pixabay.com|anonim

 
Ballpoint & Books, Jakarta- Usia 40 tahun seringkali dianggap sebagai titik balik dalam kehidupan. Dalam Islam, usia ini memiliki makna spiritual yang mendalam. Artikel ini akan mengupas rahasia meraih kehidupan akhirat yang penuh berkah di usia 40 tahun dan seterusnya, diiringi dengan langkah-langkah praktis yang dapat Anda terapkan.

Assalamualaikum wr wb para pembaca blogger yang budiman dimanapun kalian berada. 

Mungkin banyak diantara kita yang sudah atau akan memasuki usia ke 40 identik dengan kesuksesan baik di bidang karir/pekerjaan,finansial atau keuangan serta keluarga namun banyak juga yang masih berjuang bahkan merintis usaha untuk mendapatkan hal tersebut.Dan banyak juga yang sedang ditimpa musibah berupa sakit entah stroke,jantung dan lainnya dan berusaha untuk fight atau berjuang untuk kembali sehat seperti sediakan seperti yang penulis alami dan rasakan saat ini.Tapi semua itu bergantung kepada ikhtiar atau usaha dan doa dan tawakal atau berserah diri kepada Allah karena dialah sang penentu segalanya.

Episode kali ini penulis akan membahas sebuah tema yang cukup menarik yaitu apa tang harus dilakukan apabila kita memasuki usia ke 40 tahun.

Dilansir dari website kalam Islam sindonews.com bahwa usia 40 tahun adalah umur krusial dalam perjalanan umur manusia. Di usia ini, seseorang justru harus  lebih berfokus lagi dalam beribadah dan amal shaleh. 
Dan sudah bukan lagi waktunya untuk sibuk untuk melakukan atau membuang waktu dengan hal yang tidak bermanfaat seperti main Tik Tok, sibuk upload foto, dan hal yang tidak jelas lainnya.


Ilustrasi manusia berselfie.
Credits:Pixabay.com|Pexels


Sebagai umat Muslim ketika kita memasuki usia yang ke 40 tahun, kita diharuskan untuk mulai sibuk menjalani kehidupan kita dengan ibadah, amal shalih, menuntut ilmu, menjaga perilaku, syahwat atau nafsu terhadap lawan jenis, dan meninggalkan ketamakan pada dunia.

Salah seorang ulama atau Pemuka agama islam bernama Ibrahim al-Nakha’i RA mengatakan bahwa mereka  yaitu para kaum salaf berkata, jika seseorang telah mencapai usia 40 tahun dan berada pada suatu perangai atau tabiat tertentu, maka dia tidak akan pernah berubah hingga datanglah kematiannya".

Yakni, apabila seseorang sudah atau genap memasuki usia yang ke 40 tahun, namun belum ada juga minatnya atau pemahaman terhadap agamanya, maka bisa dipastikan akan ada pertanda yang buruk dari kesudahan umurnya di dunia. 
Sebab, di usia itulah adalah dimana manusia telah mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosi, maupun spiritualnya. 
Dia telah meninggalkan masa mudanya dan melangkah atau beranjak lagi ke masa dewasa yang sebenar-benarnya.(berdasarkan pada buku kitab at- thabaqat al- qubra )
Maka siapa saja yang  sudah atau genap  mencapai usia  yang ke 40 tahun hendaknya ia berusaha memperbarui taubatnya dan kembali kepada Allah dengan bersungguh-sungguh, serta membuang jauh sikap atau sifat kejahilannyaketika usianya masih muda dan lebih berhati-hati,Dia harus melihat segala sesuatu dengan hikmah dan penuh keimanan,semakin meneguhkan akan tujuan hidup,menjadikan uban sebagai peringatan dan semakin memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT.

Ilustrasi kumpulan manusia sedang bersyukur.
Credits:Pixabay.com|ArmyAmber


Dan hendaknya kita mulai meningkatkan minatnya atau pemahamannya terhadap agama, ketika semasa mudanya jauh sekali dari agama. Maka sekarang mulailah untuk menutup aurat dan banyak mengikuti kajian agama islam.

Ketika memasuki usia yang ke 40 tahun, maka kita tidak lagi banyak memikirkan "masa depan"yang berhubungan dengan keduniaan,seperti mengejar karir dan kekayaan. Tetapi sudah jauh berpikir lebih jauh lagi tentang nasibnya di akhirat kelak.

Salah satu ulama terkenal juga pernah mengatakan di dalam haditsnya bahwa ,"barangsiapa yang telah memasuki atau "mencapai usia yang ke 40 tahun dan kebaikkannya belum mengalahkan keburukannya, hendaknya ia bersiap-siap untuk masuk ke dalam neraka. 
Karena itulah bila telah mencapai usia yang 40 tahun, jika masih gemar melakukan dosa dan maksiat,seperti meninggalkan shalat, mengumbar aurat, mabuk, dan yang lainnya, maka akan lebih sulit baginya untuk berhenti dari kebiasaan tersebut."


"Ketika mulai memasuki fase atau usia yang ke 40 tahun, hendaknya dia juga mulai bersungguh-sungguh perbaiki apa-apa yang telah lewat dan manfaatkan dengan baik hari-hari yang tersisa dari umur yang ada, sebelum ruh sampai di tenggorokan. Sehingga menjadi menyesal kemudian hari yang tiada guna."dibaca dan diresapi dengan seksama ya para pembaca yang Budiman.

Ilustrasi orang tua menyesal 
Credits:Pixabay.com|Omaralnahi 


Imam Malik rahimahullah dalam bukunya yang berjudul At-Tadzkiroh, menegaskan bahwa beliau dapati para ahli ilmu di negeri-negeri itu mencari dunia dan berbaur dengan manusia hingga datang kepada mereka memasuki usia yang ke 40 tahun. Jika telah datang usia tersebut kepada mereka, maka merekapun meninggalkan manusia (yaitu lebih banyak konsentrasi dalam meningkatkan ibadah dan ilmu). Artinya, ada orang-orang yang sibuk dengan dunia dan ketika berusia 40 tahun, orang-orang itu sudah beralih atau lebih berfokus pada ibadah.(Subhanallah, begitu dong..cakeep 😉😉)

Penasaran dengan artikel yang satu ini kan,masuk aja Bray cus lah :

Ilustrasi kumpulan manusia sedang mengelilingi ka'bah di masjidil haram.
Credits:Pixabay.comjakman1


Salah seorang pemuka agama atau ulama terkemuka  lainnya yang bernama Abdullah bin Dawud RA dalam menjelaskan di dalam kitab  ihya' ulumuddin  yang berisikan, bahwa kaum/manhaj salafiyah atau salaf, apabila diantara mereka ada yang sudah genap berumur yang ke 40 tahun, ia mulai melipat kasur, yaitu tidak akan tidur lagi sepanjang malam, selalu melakukan shalat, bertasbih dan beristighfar atau memohon ampunan kepada Allah swt,kemudian mereka mengejar segala yang di tinggalkan pada usia sebelumnya dengan amal-amal di hari sesudahnya".

Sebab itu, apabila usiamu telah mencapai atau genap memasuki yang ke 40 tahun, hendaknya kamu mulai  mencari kesibukan dengan amal shalih, sebab atau ini dikarenakan waktu kita sudah tak lama lagi di dunia. Dan harus diingat juga, umur umat Nabi Muhammad SAW rata-rata sangat singkat hanya antara atau sekitar 60 sampai dengan 70 tahun. (Degerin tuh kaum muslimin  fakta berbicara)

 Rasulullah SAW telah bersabda didalam salah satu hadist  ibnu majah RA yang berisikan bahwa umur umatnya tidaklah panjang yaitu sekitar 60 sampai dengan 70 tahun dan hanya sedikit manusia yang bisa melewati atau melampaui hal tersebut.
Sangat masuk akal kan..

Menuju kehidupan akhirat yang penuh berkah adalah perjalanan panjang yang penuh hikmah. Semoga uraian ini memberikan inspirasi dan motivasi bagi Anda untuk melangkah lebih dekat kepada Allah SWT. Bagikan pengalaman dan renungan Anda di kolom komentar!

Sekian dan terima kasih 


==========================

*Pemilik resmi atau Hak cipta blog ini adalah : ©strykerpengembara7890 tahun@ 2024.Diberdayakan oleh :Blogger.com™